MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • KALTENG/
  • 2 Perempuan Edarkan Kosmetik Ilegal di Palangka Raya, Salah Satunya Oknum PNS 
2 Perempuan Edarkan Kosmetik Ilegal di Palangka Raya, Salah Satunya Oknum PNS 

2 Perempuan Edarkan Kosmetik Ilegal di Palangka Raya, Salah Satunya Oknum PNS 

0 0
Read Time:1 Minute, 13 Second

PALANGKA RAYA, iNews.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kalimantan Tengah berhasil mengungkap kasus peredaran kosmetik tanpa izin edar di Kota Palangka Raya. Polisi menangkap dua orang perempuan, salah satunya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kedua perempuan itu ditangkap lantaran menjual kosmetik ilegal melalui Facebook. Barang– barang kosmetik yang dijual pelaku di antaranya sabun, toner dan cream. Polisi pun menyita barang-barang kosmetik itu dari dua TKP, yakni Jalan Menteng dan Jalan Giobos Palangka Raya.

Kedua tersangka berinisial LO (30) pekerja swasta dan YD (39) seorang oknum PNS yang berperan sebagai distributor penjualan kosmetik melalui akun Facebook di media sosial.  
 
Kasubdit V Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Kalteng, Kompol Zaldy Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari patroli siber yang menemukan banyak akun Facebook yang memosting penjualan kosmetik. Produk–produk yang dijual itu diduga tidak sesuai dengan standar, persyaratan keamanan, mutu serta izin edar dari BPOM.
 
“Dari hasil penyelidikan, barang–barang kosmetik tersebut dijual online dengan harga Rp100.000-200.000 dengan sasaran wilayah kampung dan sudah berlangsung selama dua tahun dengan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp10 juta per bulan,” kata Zaldy.
 
Akibat penggunaan produk kosmetik ilegal tersebut terdapat dua orang yang menjadi korban. Di mana wajah korban yang awalnya bagus kini menjadi rusak atau berjerawat.

Kedua tersangka dijerat pasal berlapis tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Kasus ini masih dikembangkan kepolisian.

Editor : Asep Supiandi

Follow Berita iNewsKalteng di Google News

Bagikan Artikel:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21